Senin, 24 Agustus 2015

ANTAR MUKA TELEMATIKA

ANTAR MUKA TELEMATIKA

1.       PENGERTIAN
Sebuah antarmuka atau interface adalah merupakan suatu layanan dari sistem operasi yang berguna sebagai sarana interaksi antara pengguna dan sistem operasi tersebut. Terdapat dua jenis antarmuka yang dipakai saat ini. Kedua jenis antarnuka tersebut adalah Command Line Interface (CLI) dan Graphical User Interface (GUI).

Di bidang telematika, terdapat banyak teknologi yang dipakai untuk membuat antarmuka telematika tersebut. Apa sajakah teknologi yang digunakan tersebut? Tulisan kali ini akan memberikan pengertian dan contoh dari teknologi yang digunakan.

2.       FITUR ANTAR MUKA TELEMATIKA
Terdapat 6 macam fitur yang terdapat pada antarmuka pengguna telematika. yaitu, Head Up Display System, Tangible User Interface, Computer Vision, Browsing Audio Data, Speech Recognition dan Speech Synthesis.

Head Up Display System
Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer, sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.

Tangible User Interface
Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.
The Reactable adalah multi-user instrumen musik elektronik dengan antarmuka pengguna meja nyata. Beberapa pemain simultan berbagi kendali penuh atas instrumen dengan memindahkan benda-benda fisik di atas permukaan meja bercahaya. Bergerak dan berkaitan dengan benda-benda ini, mewakili komponen modular synthesizer klasik, memungkinkan pengguna untuk membuat kompleks dan dinamis sonik topologi, dengan generator, filter dan modulator, dalam nyata semacam modular synthesizer atau aliran graspable bahasa pemrograman yang dikuasai.

Computer Vision
Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.

Browsing Audio Data
Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera. Sebagai kemajuan teknologi jaringan, semakin banyak diterapkan jaringan produk yang dibuat-buat terus-menerus. Salah satu yang paling umum diterapkan jaringan yang dikenal adalah produk kamera IP, yang dapat menampilkan isi (video / audio data) melalui Internet. Kamera IP biasanya terhubung ke jaringan melalui router, dan memiliki sebuah IP (Internet Protocol) address setelah operasi sambungan.

Speech Recognition
Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition). Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan. Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.

Speech Synthesis
Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.



SUMBER :
http://ardiansyah-hidayat.blogspot.com/2014/11/teknologi-antarmuka-telematika.html

http://aangpaduraksa.blogspot.com/2013/12/antarmuka-telematika-dan-fiturnya.html

Senin, 15 Juni 2015

ETIKA DALAM BERMASYARAKAT

Pengertian Etika
Etika itu sendiri berasal dari kata yunani 'ethos yang berarti adat istiadat. etika itu berarti kebiasaan hidup yang baik yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, dan aturan hidup yang baik.
Ini beberapa contoh dalam kehidupan :
1. Etika saat berbicara:
   Beberapa sikap etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari, misalkan:
·         Jujur dalam perkataan
·         Sopan dalam berbicara kepada orang yang lebih tua
·         Etika saat kita bertelepon
·         Menempatkan bahasa yang baik digunakan pada saat-saat tertentu
·         Ketika berbicara dengan orang, lebih baik kita menatap matanya.
2. Etika saat berwawancara kerja:
    Hal ini sangat penting untuk pertemuan awal dengan bos :
·         Usahakan untuk tiba di lokasi lebih awal.
·         Sapalah petugas atau pekerja di perusahaan tersebut dan berikan senyum.
·         Sebaiknya mengengat nama dan muka pewawancara.
·         Jangan duduk apabila apabila belum dipersilahkan duduk.
·         Jangan sampai menguap di depan pewawancara.
·         Menggunakan bahasa yang sopan dan formal.
·         Tunjukan semangat yang tinggi dan rasa percaya diri.
3. Etika saat Bertelepon:
·         Segera angkat gagang telepon sebelum telepon berdering untuk yang ke 3 kalinya.
·         Jangan mengganggap bahwa panggilan telepon merupakan gangguan pekerjaan Anda
·         Berhati-hati agar nada kesal tidak terdengar pada lawan bicara Anda.
·         Jawablah telepon dengan menyebutkan indentitas Anda, sesuai kebijakan pimpinan.
·         Segera tanyakan dengan siapa Anda berbicara dan tanyakan apa keperluannya.

Contoh kasus :
Hanya karena memfitnah tetangga sekampung,Nuriyah (50),nenek enam cucu warga Kampung/Desa Beberan Kecamatan Ciruas,Kota Serang,Banten, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang,Kamis (29/4) dihukum dua minggu penjara,serta diharuskan membayar uang perkara sebesar Rp1000.
Hal itu terungkap dalam sidang yang dipimpin hakim Masrimal,didampingi dua anggotanya Ucu Jaya Sarjana dan Bambang Irawan,dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri Saputra,sementara terdakwa tidak didampingi penasehat hukum.
Dalam amar putusannya,majelis hakim menyatakan,terdakwa secara sah dan meyakinkan,bersalah telah melakukan pencemaran nama baik terhadap tetangganya Hatijah (49). Perbuatan terdakwa tersebut melanggar sebagaimana diatur dalam pasal 310 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
“Oleh karena itu,terdakwa dihukum penjara selamaa dua minggu,serta membayar uang perkara seribu rupiah,” kata ketua majelis hakim.
Putusan yang diberikan majelis hakim kepada terdakwa ini,setengah lebih ringan dari tuntutan JPU,yang menuntut terdakwa dengan tuntutan selama sebulan penjara.
Alasan yang meringankan terdakwa,menurut majelis hakim,terdakwa belum pernah dihukum,sudah tua serta,mengaku bersalah terhadap perbuatannya.



Selasa, 09 Juni 2015

UU NO 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi BAB V Pasal 44 Ayat 2 Butir f, g, h

Undang - Undang No.36 tahun 1999 yang mengatur tentang telekomunikasi  yang ada di Indonesia. Undang - undang ini terdiri dari 9 BAB dan 64 PASAL. Pada undang-undang ini, terdapat bab yang mengatur tentang penyidikan yaitu BAB 5 pasal 44. Pasal 44 ini dibagi menjadi 3 ayat. Yang akan saya bahas kali ini adalah BAB 5 pasal 44 ayat 2 butir f, g, h. Berikut kutipan isi dari UU NO 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi BAB V Pasal 44 Ayat 2 Butir f, g, h :
f. menggeledah tempat yang diduga digunakan untuk melakukan tindak pidana di bidang telekomunikasi;
g. menyegel dan/atau menyita alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang digunakan atau yang diduga berkaitan dengan tindak pidana di bidang telekomunikasi;
h. meminta bantuan ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang telekomunikasi;
CONTOH KASUS :
VIVAnews - Sekitar 10 orang dari kepolisian, Balai Monitoring Frekuensi Ditjen Postel dan Komisi Penyiaran Indonesia sekitar pukul 11.00 WIB mendatangi kantor Radio Erabaru FM Batam yang berada di Jalan Borobudur D1, Palm Hill, Bukit Senyum, Batam. Mereka melakukan penyegelan dan sita paksa alat transmiter radio tersebut.
Aksi sita paksa ini masih berlangsung hingga pukul 12.05 WIB, Rabu 24 Maret 2010. 
Direktur Radio Erabaru FM Batam Raymond kepada VIVAnews, pihaknya kini berusaha mempertahankan agar alat transmiter tidak disita paksa.
"Kami semua berjaga di kantor. Kita tidak terima penyitaan ini. Kasus kami kan masih dalam proses hukum di MA. Tadi kami sempat tunjukkan tanda terima kasus ini di MA," kata Raymond. Namun upaya yang dilakukan Raymond diabaikan petugas dari kepolisian, Ditjen Postel dan KPI.
Mereka memaksa menyita semua alat yang ada. "Sejak satu jam lalu kami dipaksa menghentikan siaran," kata Raymond.
Sementara Direktur Utama Radio Erabaru, Gatot, menilai tindakan yang dilakukan aparat sebagai pemasungan terhadap kebebasan pers.
Juru bicara Kominfo Gatot S Dewabroto yang dikonformasi soal penyegelan paksa ini membantah penyegelan Radio Erabaru karena adanya intervensi dari pemerintah China.
"Kami belum dapat info dari lapangan, tapi seandainya terajadi itu karena terkait izin penggunaan frekuensi dan izin penyelenggaraan penyiaran. Kami akan cek," kata dia.
Yang pasti, kata Gatot, Kominfo bertindak independen dan berdasarkan UU Telekomunikasi dan Penyiaran. "Tidak ada intervensi dari mana pun. Kalau menurut kami salah ya salah, tapi kalau sudah memenuhi syarat ya sudah," kata dia.
Pada 8 maret 2010 lalu, Radio Erabaru Batam telah  mendapat surat peringatan dari Balai Monitoring (Balmon) Spektrum Frekwensi Radio Kelas II Batam. Isi surat sama dengan 4 surat sebelumnya yakni perintah menghentikan kegiatan (off air).
Namun permintaan itu tidak dikabulkan karena  perkara Radio Erabaru masih dalam proses pengadilan di Mahkamah Agung (Kasasi) dan belum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap (incrakh van gewidje). "Ini berarti semua pihak, termasuk Balmon tidak diperbolehkan bertindak sendiri dan harus menghargai proses hukum. Tindakan Balmon yang mendahului putusan pengadilan yang belum mempunyai kekuatan eksekutorial adalah tindakan tidak etis dan tidak berdasarkan hukum," demikian siaran pers manajemen Radio waktu yang dipublikasikan pada 10 Maret 2010.
Tindakan yang dilakukan Balmon dianggap sebagai intervensi yang dilakukan oleh Pemerintah Komunis China sebagai upaya menghilangkan eksistensi siaran Radio Erabaru Batam sejak 2007 silam. "Tentu saja tindakan Pemerintah Komunis China ini mutlak untuk ditentang, karena membahayakan kebebasan pers di Indonesia dan bangsa Indonesia yang berdaulat, serta berhak mengatur rumah tangganya sendiri."
Permintaan ditutupnya Radio Erabaru terjadi setelah pemerintah China mendatangi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada tahun 2007 silam. Tidak hanya sekedar mendatangi, Kedubes China juga memberikan surat yang berisikan permintaan untuk menghentikan siaran Radio Erabaru di Batam, karena memberitakan pelanggaran HAM yang terjadi di China, seperti penindasan terhadap kaum muslim Uighur, konflik Tibet, pengekangan pers, penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong dan pelanggaran HAM lainnya.
Surat tersebut ditujukan kepada Departemen Luar Negeri Republik Indonesia, dan ditembuskan kepada beberapa lembaga negara, seperti Departemen Dalam Negeri, Badan Intelejen Negara (BIN), Departemen Komunikasi dan Informatika, dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Sumber :


Senin, 20 April 2015

SEJARAH ETIKA PROFESI

Sejarah Etika Profesi


·         Sejarah dan Perkembangan Etika Profesi Era 1940 – 1950an

§  Norbert Wiener
§  PD II = penelitian di bidang etika dan teknologi yang memunculkan cybernetics atau the science of information feedback systems.
§  1948 = Buku Cybernetics : Control and Communication in the Animal and the Machine (teknologi mampu memberikan “kebaikan” sekaligus “malapetaka”)
§  1950 = Buku The Human Use of Human Beings (beberapa bagian pokok hidup manusia, prinsip hukum dan etika di bidang komputer).
§  Dasar-dasar etika yang diberikan Wiener masih diabaikan.

·         Sejarah dan Perkembangan Etika Profesi Era 1960an

§  Donn Parker dari SRI International Menlo Park California à riset untuk menguji penggunaan komputer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang komputer.
§  Buku “Rules of Ethics in Information Processing”
§  1968 = pengembangan Kode Etik Profesional pertama yang dilakukan untuk Association of Computing Machinery (ACM)
§  Belum adanya suatu kerangka teoritis umum mengenai etika

·         Sejarah dan Perkembangan Etika Profesi Era 1970an

§  Joseph Weizenaum, menciptakan suatu program ‘ELIZA’ = tiruan dari “Psychotherapist Rogerian’ yang melakukan wawancara dengan pasien = Bukti bahwa komputer akan segera mengotomasi psikoterapi.
§  1976 = Buku “Computer Power and Human Reason (hubungan antara manusia dengan mesin)
§  Walter Maner = kursus eksperimental mengenai “computer ethics” di tingkat universitas (1970 sampai pertengahan 1980)
§  1978 = Buku “Starter Kit in Computer Ethics” = material kurikulum dalam pengembangan pendidikan etika komputer di universitas

·         Sejarah dan Perkembangan Etika Profesi Era 1980an

§  Pembahasan computer-enabled crime atau kejahatan komputer, masalah yang disebabkan kegagalan sistem komputer, invasi keleluasaan pribadi melalui database komputer dan perkara pengadilan mengenai kepemilikan perangkat lunak.
§  Etika komputer = suatu disiplin ilmu
§  Pertengahan 80an = James Moor = artikel “What is Computer Ethics?”
§  Deborah Johnson = buku teks “Computer Ethics

·         Sejarah dan Perkembangan Etika Profesi Era 1990an – sekarang

§  Donald Gotterban, Keith Miller, Simon Rogerson, Dianne Martin
§  Etika Komputer menjadi salah satu bidang ilmu utama pada banyak riset dan perguruan tinggi di dunia yang akan terus dikembangkan mengikuti perkembangan komputer itu sendiri.

Perkembangan teknologi yang terjadi dalam kehidupan manusia, seperti revolusi yang memberikan banyak perubahan pada cara berpikir manusia, baik dalam usaha pemecahan masalah, perencanaan, maupun dalam pengambilan keputusan.
Perubahan yang terjadi pada cara berpikir manusia akan berpengaruh  terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam kehidupannya. Orang yang biasanya berinteraksi secara fisik, melakukan komunikasi secara langsung dengan orang lain, karena perkembangan teknologi internet dan email maka interaksi tersebut menjadi berkurang.
Teknologi sebenarnya hanya alat yang digunakan manusia untuk menjawab tantangan hidup. Jadi, faktor manusia dalam teknologi sangat penting. Ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai teknologi maka manusia yang lain akan mengalahkannya. Oleh karena itu, pendidikan manusiawi termasuk pelaksanaan norma dan etika kemanusiaan tetap harus berada pada peringkat teratas, serta tidak hanya melakukan pemujaan terhadap  teknologi belaka.
Ada beberapa dampak pemanfaatan teknologi informasi yang tidak tepat yaitu :
-          Ketakutan terhadap teknologi informasi yang akan menggantikan fungsi manusia sebagai pekerja
-          Tingkat kompleksitas serata kecepatan yang sudah tidak dapat di tangani secara manual
-          Pengangguran dan pemindahan kerja
-          Kurangnya tanggung jawab profesi
-          Adanya golongan minoritas yang miskin informasi mengenai teknologi informasi

Untuk mengatasi beberapa kendala tersebut maka dapat dilakukan :

-          Di rancang sebuah teknologi yang berpusat pada manusia
-          Adanya dukungan dari suatu organisasi, kompleksitas dapat ditangani dengan Teknologi Informasi
-          Adanya pendidikan yang mengenalkan teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kemajuan teknologi informasi.
-          Jika adanya peningkatan pendidikan maka akan adanya umpan balik dan imbalan yang diberikan oleh suatu organisasi
-          Perkembangan teknologi akan semakin meningkat namun  hal ini harus di sesuaikan dengan hukum yang berlaku sehingga etika dalam berprofesi di bidang teknologi informasi dapat berjalan dengan baik.

Sumber :


KODE ETIK PERAWAT DAN TEMAN SEJAWAT

KODE ETIK PERAWAT DAN TEMAN SEJAWAT

Dalam membina hubungan antarsesama perawat yang ada, baik dengan lulusan SPK maupun DIII Keperawatan (perjenjangan) diperlukan adanya sikap saling menghargai dan saling toleransi. Perawat juga harus menunjukkan selalu sikap memupuk rasa persaudaraan dengan silih asuh, silih asih, dan silih asah. Berikut adalah kode etik Keperawatan :

1.      Kode etik  keperawatan terhadap teman sejawat di Indonesia
a.      Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antara sesama perawat dan dengan tenaga kesehatan lainnya, baik dalam memelihara kerahasiaan suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
b.      Perawat senantiasa menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan dan pengalamannya kepada sesama perawat serta menerima pengetahuan dan pengalaman dari profesi lain dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam bidang keperawatan

2.      Kode etik  keperawatan terhadap teman sejawat menurut  International Council of Nurses
a.      Perawat mempertahankan kerjasama yang baik dengan teman sejawat keperawatan dan profesi kesehatan yang lain
b.      Perawat melakukan tindakan yang tepat untuk melindungi individu sewaktu perawatan individu  dan social dan terancam bahaya oleh teman  sejawat / pihak

3.      Kode etik  keperawatan anestessi reaminasi terhadap teman sejawat
a.      Perawat anestesi reanimasi membina hubungan kerjasama antar perawat anestesi, dokter anestesi dan tenaga profesi lain yang terkait.
b.      Perawat anestesi reanimasi melayani rekan dan teman kerja dengan kejujuran, konsisten, saling percaya, saling asah, saling asuh dan dalam kesederhanaan.

Sumber :

Senin, 20 Oktober 2014

ARSITEKTUR TELEMATIKA



ARSITEKTUR TELEMATIKA

http://bluewarrior.files.wordpress.com/2009/11/jw-1019-jxta1.gif
Gambar 1 Arsitektur Telematika (sumber : google)

            Arsitektur berhubungan erat dengan desain, seperti di dalam dunia teknologi informasi dan computer, desain aplikasi, struktur desain komputer dan semua rinciannya (sirkuit, chip, BIOS dan lain-lain) diartikan sebagai arsitektur. Arsitektur telematika dapat diartikan sebagai struktur desain yang secara logic dapat meningkatkan hubungan  jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.  Terdapat tiga elemen utama dari arsitektur yang sering kali dianggap sebagai arsitektur. Tiga elemen tersebut adalah :
a.        Arsitektur Sistem Pemrosesan
b.       Arsitektur Telekomunikasi dan Jaringan
c.        Arsitektur Data

·         Asitektur Telematika dari Sisi Client
“Arsitektur dari sisi klien mengarah pada  pelaksanaan data  pada browser sisi koneksi HTTP. Contohnya adalah JavaScript dari sisi eksekusi client dan cookie dari sisi penyimpanan pada client. Beberapa ciri khas dari sisi client, sebagai berikut :
1)      Selalu memulai permintaan ke server.
2)      Menunggu dan menerima balasan dari server.
3)      Biasanya terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu.
4)      Biasanya berinteraksi langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan antarmuka pengguna seperti antarmuka pengguna grafis. Khusus jenis klien mencakup: web browser, e-mail klien, dan online chat klien” [1]

·         Arsitektur Telematika dari Sisi Server
“Adalah sebuah eksekusi sisi server Web khusus yang melampaui standar metode HTTP yang harus mendukung. Sebagai contoh, penggunaan CGI script di sisi server khusus yang tertanam di tag halaman HTML; tag ini memicu suatu tindakan kejadian atau program untuk mengeksekusi.
Karakteristik Server:
1)      Selalu menunggu permintaan dari salah satu klien.
2)      Melayani klien permintaan kemudian menjawab dengan data yang diminta ke klien.
3)      Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien.
4)      Jenis server khusus mencakup: web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server. Kebanyakan layanan web ini juga jenis server.”[2]

·         Kolaborasi Arsitektur Telematika Sisi Client dan Sisi Server 
“Arsitektur Client/Server dibangun untuk memenuhi lingkungan komputing dimana sejumlah PC, workstation, file server, printer, database server, web server serta peralatan lainnya dapat saling terhubung via network. Ide dasar arsitektur client/server ini adalah mendefinisikan spesifik server dengan kemampuan yang khusus pula. Konsep arsitektur client/server mengasumsikan sebuah kerangka dasar (framework) yang terdiri atas banyak PC yang terhubung melalui LAN beserta tipe-tipe jaringan komputer lainnya.
Suatu Client adalah mesin user yang menyediakan kemampuan user interface dan local processing. Suatu Server adalah mesin yang menyediakan berbagai service ke mesin client (file access, printing, archiving, or database access). Ada kemungkinan suatu mesin hanya menginstall software client saja, yang lain software server, atau bahkan keduanya pada satu mesin (seperti pada gambar physical client/server sebelumnya). ” [3]
Dua jenis utama dari dasar arsitektur DBMS tersebut yang mendasari framework client/server adalah :
a.      two-tier client/server 


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE7PlMpfMDnbOadf_1mMW2yxbnZ3YtUGd0lrA30BFPqajaez4DpmrcmwH-23QZBrFVcaDq-UlKoH5JgwJk2yRO9bfLdDr7cb38GahM8Buq1pCsF-nc1AVTez4saUs-SoEaVq5KKrARo_4x/s1600/x.PNG 
Gambar 2 Two-Tier Architecture (sumber : google)
 
“Dalam dua lapis klien / server arsitektur, antarmuka pengguna pengguna ditempatkan di lingkungan desktop dan sistem manajemen database jasa biasanya dalam sebuah server yang lebih kuat merupakan mesin yang menyediakan layanan bagi banyak klien. Pengolahan informasi dibagi antara sistem user interface lingkungan dan lingkungan server manajemen database. Manajemen database server mendukung untuk disimpan prosedur dan pemicu.. Vendor perangkat lunak menyediakan alat-alat untuk menyederhanakan pengembangan aplikasi untuk dua lapis klien / server arsitektur.

Arsitektur two-tier lebih aman dan terukur daripada pendekatan single-tier. Pilihan ini bergerak Database Server ke mesin terpisah di belakang firewall yang kedua. Ini menambah keamanan tambahan dengan menghapus data pelanggan sensitif dari DMZ. Memiliki database pada komputer yang terpisah meningkatkan kinerja keseluruhan situs. Kelemahan dari opsi ini adalah biaya yang mahal dan kompleksitas arsitektur. ” [2]

b.      three-tier client/server.
http://www.saptraininghq.com/wp-content/uploads/2012/02/SAP-3-Tier-Client-Server-Architecture2.png
Gambar 3 Three-Tier Architecture (sumber : google)
 
“Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara sistem user interface lingkungan klien dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. The middleware menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database pementasan. Di samping itu middleware menambahkan penjadwalan dan prioritas untuk bekerja di kemajuan.
Three-tier klien / server arsitektur digunakan untuk meningkatkan performa untuk jumlah pengguna yang besar dan juga meningkatkan fleksibilitas ketika dibandingkan dengan pendekatan dua tingkat. Kekurangan dari tiga tingkatan arsitektur adalah bahwa lingkungan pengembangan lebih sulit untuk digunakan daripada pengembangan aplikasi dari dua lapis.

1.      Three tier dengan pesan server
Pada arsitektur ini, pesan akan diproses dan diprioritaskan asynchronously. Header pesan memiliki prioritas yang mencakup informasi, alamat dan nomor identifikasi. Server pesan link ke relasional DBMS dan sumber data lainnya. . Pesan sistem alternatif untuk infrastruktur nirkabel.

2.      Three tier dengan server aplikasi
Arsitektur ini memungkinkan tubuh utama untuk menjalankan sebuah aplikasi pada tuan rumah bersama bukan di sistem user interface lingkungan klien. Server aplikasi logika bisnis saham, perhitungan dan pengambilan data mesin. . Dalam aplikasi arsitektur ini lebih terukur dan biaya instalasi kurang pada satu server dibandingkan mempertahankan masing-masing pada klien desktop.” [2]

.

Sumber :