Selasa, 15 April 2014

BIBLIOGRAFI

BIBLIOGRAFI

1.      DEFINISI BIBLIOGRAFI
Bibliografi atau Daftar Pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian. Bibliografi mencakup isi dan deskripsi suatu buku, meliputi judul, pengarang, edisi, cetakan, kota terbit, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ukuran tinggi buku, dan ISBN.

-          MENURUT KBBI
bib·li·o·gra·fi n daftar buku atau karangan yg merupakan sumber rujukan dr sebuah tulisan atau karangan atau daftar tt suatu subjek ilmu; daftar pustaka;

-          MENURUT PARA AHLI
·         Menurut Gorys Keraf (1997:213),
daftar pustaka/ bibliografi ialah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap.  

·         Menurut Ninik M. kuntaro (2007:195),
daftar pustaka ialah salah satu teknik notasi ilmiah yang merupakan kumpulan sumber bacaan atau sumber referensi saat menulis karangan ilmiah. Kita memerlukan pendapat-pendapat para ahli atau tulisan-tulisan dari beberapa artikel atau buku untuk dijadikan sebagai referensi dari makalah/tulisan/skripsi yang ingin kita buat. Referensi ini kemudian harus dibuat dalam suatu halaman akhir yang disebut daftar pustaka.

2.      JENIS-JENIS BIBLIOGRAFI
a.      Bibliografi sistematis/enumeratif
Merupakan hasil kajian terhadap buku dengan hasil berupa entri buku (bahan sejenis) yang tersusun secara logis serta bermanfaat untuk keperluan referensi atau studi.

b.      Bibliografi Analitis dan Kritis
Bibliografi jenis ini mencakup kegiatan penelitian atas sifat fisik sebuah buku, yang sering menghasilkan keterangan tentang pembuatan dan sejarah buku. Bibliographer harus melakukan teknik evaluasi kritis. Jika dari sebuah buku tidak ditemukan tentang informasi pengarang, edisi, tahun terbit dan tempat terbit.

c.       Bibliografi Historis
Merupakan kajian terhadap buku sebagai sebuah objek seni (seni tulis, percetakan, iluminasi, penjilidan).

3.      TATA CARA PENULISAN BIBLIOGRAFI
A.     NAMA PENGARANG/PENULIS
Berkaitan dengan nama pengarang, selalu ditulis tanpa gelar dengan mendahulukan nama belakang. Setelah nama belakang ditulis, lalu diberi tanda koma (,) baru kemudian disambung dengan nama depan.

B.      TAHUN PENERBITAN
Tahun penerbitan dituliskan di belakang nama pengarang, setelah tanda titik (.).

C.      JUDUL BUKU
Tuliskan judul buku dengan dicetak miring (italic), kemudian setiap awal kata ditulis dengan huruf kapital. Judul ditulis setelah tanda titik (.) di belakang tahun penerbitan, kemudian diakhiri pula dengan tanda titik (.).

D.     JUDUL ARTIKEL
Penulisan judul artikel mempunyai tatacara yang berbeda dengan penulisan judul buku. Bilamana judul buku ditulis dengan huruf kapital di awal setiap kata, maka untuk judul artikel, huruf kapital hanya digunakan pada huruf awal kata permulaan dari judul artikel saja.
E.      KOTA TEMPAT BUKU DITERBITKAN DAN NAMA PENERBIT
Setelah judul, dibelakang tanda titik (.) dituliskan nama kota tempat buku diterbitkan kemudian beri tanda titik dua (:) lalu tulis nama penerbit, dan akhiri dengan tanda titik.

4.      CONTOH BIBLIOGRAFI
A.     PADA BUKU

B.      PADA JURNAL


C.      PADA INTERNET

D.     PADA SKRIPSI / TESIS / DISERTASI


Bibliography

Cara Menulis Daftar Pustaka. (2012, Desember 17). Retrieved April 15, 2014, from penelitiantindakankelas: http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2012/12/cara-menulis-daftar-pustaka.html
Pengertian, Cara Membuat , dan Contoh Daftar Pustaka. (2013, Januari). Retrieved April 15, 2014, from gundar agarirs: http://www.gundar.agarirs.com/2013/01/pengertian-cara-membuat-dan-contoh.html
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (n.d.).
Rouzaliyana. (2014, April 12). Bibliografi. Retrieved April 15, 2014, from aushuria: http://aushuria.wordpress.com/2014/04/12/bibliografi/




Senin, 24 Maret 2014

KUTIPAN DAN CATATAN KAKI

CATATAN KAKI

DEFINISI
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah. Catatan kaki merupakan keterangan-keterangan atas teks/naskah/tulisan yang ditempatkan pada kaki halaman tulisan yang bersangkutan (Keraf, 2004: 218). Catatan kaki berfungsi untuk memberikan keterangan dan komentar, serta menjelaskan mengenai sumber kutipan atau pedoman penyususanaan daftar bacaan.

·         SINGKATAN PADA CATATAN KAKI
-          ibid.
Singkatan dari kata ibidem (bahasa Latin) yang artinya ‘pada tempat yang sama’. Digunakan jika pengutip mengambil kutipan dari sumber yang sama yang telah ada di bagian terdahulu tanpa diselingi sumber lain
-          op. cit.
Singkatan dari Opere Citato (bahasa Latin) yang artinya ‘pada karya yang telah dikutip’. Digunakan jika menunjuk sumber yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi telah diselingi sumber lain
-          loc. cit.
Singkatan dari Loco Citato (bahasa Latin) yang artinya ‘pada tempat yang telah dikutip’. Digunakan jika menunjuk sumber yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi telah diselingi sumber lain
-          Singkatan lain : supra, infra, c. atau ca., ms., et.seq. dan sebagainya

·         TEKNIK PENULISAN CATATAN KAKI
-          Harus disediakan ruang secukupnya di bagian bawah halaman tulisan
-          Beri garis di bagian bawah baris terakhir dari teks di tiap halaman
-          Beri nomor penunjukkan di bawah garis dgn jarak cukup dan menjorok ke dalam 5-7 ketukan
-          Catatan kaki baris pertama dituliskan setelah nomor penunjukkan
-          Jika lebih dari 1 baris, dituliskan dari tepi margin, tanpa ikuti penjorokkan baris pertama
-          Jarak spasi dalam catatan kaki 1 spasi, antarcatatan kaki 2 spasi kalau ada dalam halaman yang sama

·         CONTOH CATATAN KAKI









KUTIPAN
·         DEFINISI KUTIPAN
Kutipan adalah salinan kalimat,paragraph,atau paendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya,baik yang terdapat dalam buku,jurnal,baik yang melalui media cetak maupun elektronik.menurut kamus besar bahasa Indonesia,mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya.mengutip itu berbeda dengan plagiat.
·         CARA MEMBUAT KUTIPAN
Ada tiga cara menempatkan sumber kutipan dalam tulisan, yaitu:
1. cara ringkas, yaitu cara menempatkan sumber kutipan dibelakang bahan yang dikutip. Sumber kutipan ini ditukiskan diantara tanda kurung dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip.
2. cara langsung, yaitu cara menempatkan sumber kutipan langsung dibawah sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip. Antara pernyataan atau teks dalam tulisan dengan sumber kutipan dipusahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak garis pemisah dengan teks adalah satu spasi dan jarak garis pemisah dengan sumber kutipan adalah dua spasi, sedangkan garis baris dari kutipan itu sendiri adalah satu spasi
3. cara menempatkan sumber kutipan di kaki halaman, cara ini lazim disebut footnote (catatan kaki) dan cara ini lebih banyak dianut dalam penulisan skripsi.
·         MANFAAT KUTIPAN
-          Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
-          Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
-          Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
-          Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
-          Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
-          Meningkatkan estetika penulisan.
-          Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka
·         MACAM-MACAM KUTIPAN
-          Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah.
-          Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung merupakan kutipan yang mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.
·         CONTOH KUTIPAN













































































·         SUMBER :



Senin, 25 November 2013

REVIEW JURNAL "An introduction to radio frequency identification (RFID) methods and solutions"

An introduction to radio frequency identification (RFID) methods and solutions

Paul G. Ranky
Department of Industrial and Manufacturing Engineering, New Jersey Institute of Technology,
Multi-lifecycle Engineering Research Center, Newark, New Jersey, USA


Pendahuluan

Dapat kita bayangkan gudang penyimpanan sebuah pabrik yang sangat besar atau sebuah pusat distribusi dengan ribuan boks dengan isi yang memiliki harga bervariasi, mulai dari harga yang murah sampai dengan harga yang mahal dan juga teknologi yang memiliki sensitivitas tinggi, makanan, atau obat-obatan, yang harus disimpan dengan temperatur yang ideal selama produksi dan/atau penyimpanan.
Pada masa sekarang distribusi produk sudah global, dsitribusi tersebut menggunakan berbagai macam transportasi, misalnya kapal kargo, pesawat, kereta, truk, dan lainnya. Pengiriman produk dapat mengalami keterlambatan karena berbagai macam faktor, misalnya cuaca, lalu lintas, konflik antar perusahaan, atau faktor-faktor lainnya. Dalam perjalanan pun dapat terjadi hal-hal yang tidak terduga seperti hilang/dicurinya produk, produk yang mengalami kerusakan ketika pengiriman.
Penggunaan peralatan nirkabel, jaringan computer dan alat identifikasi berbasis sensor menjadi perhatian utama pengembangan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan karena tantangan perusahaan yang harus merespons dengan cepat permintaan dari konsumen. Efisiensi yang dimaksud adalah dengan cepat mengetahui jumlah stok produk yang dimiliki, lokasi produk, dan proses pembuatan produk secara tepat waktu. Contohnya saja jika sebuah perusahaan ingin melacak pengiriman produknya, hal ini diperlukan untuk memperhitungkan biaya dan keamanan dari produk itu sendiri, apalagi jika barang tersebut memiliki sifat yang sensitif terhadap lingkungan disekitarnya.
RFID atau teknologi identifikasi frekuensi radio dengan infrastruktur teknologi informasi yang mendukung dapat membantu distributor besar, pabrik, logistik, maupun bidang lainnya dalam melacak produk mereka. Hal ini karena distribusi produk yang sudah global yang perlu untuk diketahui dan diidentifikasi tanpa melakukan kontak secara langsung, atau dengan teknologi nirkabel.
RFID tersedia dalam model pasif dan/atau aktif, baca dan atau tulis dengan kemampuan membaca dan menulis secara aktif pada suatu area yang luas seperti di gudang ataupun kapal kargo. Semua sensor bekerja secara otomatis dengan diatur oleh computer dan dikomunikasikan secara nirkabel.

RFID dalam rantai suplai manufaktur dan perakitan

Para pengembang RFID terus meningkatkan kemampuan pembacaan RFID agar dapat mencapai angka 100 persen dengan kecepatan baca setara dengan teknologi bar-code.
Gambar dibawah ini merupakan salah satu chip mikro yang digunakan oleh teknologi RFID. Chip tersebut dapat aktif selama 30 tahun. Maksudnya adalah dalam jangka waktu 30 tahun chip tersebut masih dapat memberikan informasi jika ada kontak dari pembaca RFID seperti temperatur lingkungan dimana “dia” berada sekarang, apakah ada yang memindahkan “dia”, rekaman baca/tulis datanya, dimana datanya ditulis/dibaca, dan lain sebagainya. Tetapi, jika tidak ada kontak terhadap chip lebih dari 30 tahun maka chip tersebut akan “tidur”.

Dalam operasi manufaktur dan perakitan, mengintegrasikan antara kemampuan baca RFID dengan aplikasi perusahaan menjadi komponen yang penting dalam pengujian RFID. Peneliti menemukan indikasi bahwa pengujian RFID tidak memperhitungkan dampak RFID  terhadap pusat penyimpanan data dan aplikasi-aplikasi kecerdasan-bisnis  dan kaitannya antara kompleksitas teknologi informasi dengan sistem yang telah ada sebelumnya di dalam pabrik. Pengembang tidak memperhitungkan dengan baik jumlah dari data yang dibuat dan disimpan oleh RFID. Untuk perbandingan, data yang disimpan oleh industri manufaktur/perakitan skala menengah mencapai satuan terabyte setiap hari, dan disimpan secara “real-time”, inilah yang menjadi fokus utama dalam pengembangan teknologi informasi.
Beberapa hal yang menjadi alasan pengujian RFID secara rutin adalah :
1.      Pengaturan stok yang mendekati “real-time”.
2.      Bagian-bagian nomor yang dapat disilangkan sehingga dapat meminimalkan stok.
3.      Produk dalam proses bisa dikurangi secara signifikan karena bagian-bagian produk tersebut dapat dilacak dengan cepat.
4.      Mengidentifikasi bagian-bagian untuk kepentingan pengumpulan proses kontrol data statistik.
5.      Membantu dalam pelacakan bagian-bagian yang ada di dalam suatu gerombolan.
6.      Pelacakan secara otomatis diluar pabrik akan menjadi kenyataan.
7.      Proyek RFID akan menjadi peluang dalam modernisasi sistem bisnis.
8.      Implementasi strategi manajemen yang benar-benar baru, mengacu pada transaksi yang “real-time” dan kontrol stok yang akurat.
9.      Peluang untuk meningkatkan sistem manajemen perencanaan distribusi.
10.  Dapat menjadi dasar perubahan manajemen hubungan pelanggan.
11.  Stok global dapat diketahui secara tepat waktu.
12.  Tranformasi angkatan kerja menjadi tantangan utama.
13.  Identifikasi bahan bakar transportasi dan keamanan menjadi terjamin.
14.  Manajemen hubungan pemasok juga menjadi otomatis dan tepat waktu secara global.

RFID penelitian persyaratan analisis dan tren masa depan

Teknologi RFID meningkatkan kemampuan dalam melihat pergeraka bagian-bagian dan persediaan.
Tantangan terbesar yang berkaitan dengan RFID adalah sebagai berikut :
1.      Alat penunjang keputusan yang baru dibutuhkan untuk mengubah data RFID menjadi informasi yang berguna.
2.      RFID merupakan salah satu dari beberapa alat untuk ITV.
3.      Tingkat detail RFID sangat baik untuk produk-produk yang sensitif.
4.      Infrastruktur yang baik menjadi hal yang sangat penting.

5.      Integrasi antara data RFID yang pasif dan aktif.

REVIEW JURNAL “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN RI“

“FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN RI“

-          Penulis : Ani Hidayati (Universitas Gunadarma)

Motivation of Research

Ada berbagai macam sarana dalam meningkatkan kinerja perusahaan, salah satunya adalah dengan meningkatkan system informasi dan teknologi computer. System informasi dan teknologi computer pada saat ini bukan hanya menjadi sarana tetapi sudah menjadi senjata utama dalam bersaing. Fungsi system informasi dalam suatu organisasi adalah sebagai alat bantu pencapaian tujuan melalui penyediaan informasi. (Burch (dalam Setianingsih & Indriantoro, 1998 : 194)). Soegiharto (2001) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa faktor Keterlibatan Pemakai dalam Pengembangan Sistem, Ukuran Organisasi, Formalisasi Pengembangan Sistem, Keberadaan Dewan Pengarah secara signifikan berpengaruh terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi.

Statement of Problem

1.      Pengaruh keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan system
2.      Kemampuan teknik personal system informasi
3.      Ukuran organisasi
4.      Dukungan manajemen puncak
5.      Formalisasi pengembangan system informasi
6.      Program pelatihan dan pendidikan pemakai
7.      Keberadaan Dewan Pengarah Sistem Informasi
8.      Lokasi dari Departemen Sistem Informasi
9.      Konflik Kognitif dan Konflik Afektif terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Theory of Conclusion

Pengumpulan data primer terhadap satuan kerja eselon II sebagai pemakai system informasi akuntansi di Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, kemudian dianalisa dengan teknik regresi linear berganda menggunakan software statistic SPSS 13.0 .
Regresi linear berganda digunakan pada penelitian ini karena peneliti ingin melihat seberapa besar pengaruh dukungan manajemen puncak terhadap kinerja system informasi  akuntansi pada Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.

Pengujian Validitas dan Reliabilitas menggunakan alpha Cronbach’s.

Hypothesis Formulation

Hipotesis yang dapat dikemukakan pada penelitian ini adalah:
H1 :     Keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan system mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi
H2 :     Kemampuan teknik personal Sistem Informasi mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi
H3 :     Ukuran organisasi mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi
H4 :     Dukungan manajemen puncak akan mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi
H5 :     Formalisasi pengembangan sistem informasi mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi
H6 :     Konflik kognitif mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi
H7 :     Konflik afektif mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi
H8 :     Program pelatihan dan pendidikan pemakai mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi
H9 :     Keberadaan dewan pengarah sistem informasi mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi
H10 :   Lokasi dari departemen sistem informasi mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi

Research Design

Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar 150 kuesioner, 112 kuesioner kembali dan hanya 98 kuesioner yag layak untuk dianalisis lebih lanjut.

Qualitative Characteristic of Research


Hasil dari penelitian ini baik karena dapat membuktikan hipotesa yang dibuat. Tetapi ada beberapa hipotesa yang ditolak, yang diduga ada variable-variabel lain yang mempengaruhi kinerja system informasi akuntansi pada kementrian kelautan dan perikanan RI.